PILARRADIO.COM. Mentok — Hujan deras yang mengguyur Kota Mentok dan sekitarnya pada Kamis (1/10/2026) pagi, disambut suka cita warga. Setelah dua bulan dilanda kemarau dan Elnino membuat cuaca panas dan berdebu, juga menyebabkan kekeringan. rintik hujan yang turun sekitar pukul 6:30 pagi itu imenjadi berkah yang dinanti.
Pantauan di lapangan, warga tampak gembira. Sejumlah warga saat beraktifitas dan mengantar anak sekolah tampak harus menghentikan kendaraannya. Warga terpaksa harus mengenakan pakaian anti air (jas hujan) menuju tempat tujuan.
Warga di Bangka Barat mengungkapkan rasa syukur, dihalaman rumah, tanah mereka yang kering akhirnya kembali basah.
“Alhamdulillah, akhirnya hujan juga. Panasnya luar biasa kemarin, debu di mana-mana. Sekarang adem,” ujar Ari salah seorang warga dusun VII Belo Laut, Mentok, dengan wajah sumringah.
Ari mengaku hujan yang tiurun membawa berkah buat warga.
“Hujan turun membawa berkah, tanam.tumbuh hidup.kembali, cuaca terasa dingin dan pastinya tidak kesulitan lagi mendapat air bersih,”ujar pemilik Brewok Cafe.
Senada Ervan mengaku akibat kekeringan dan kemarau dirinya terpaksa harus membeli air untuk keperluan sehari-hari
“Alhamdulillah , pertanda yang baik, walaupun baru turun hujan , air sumur sudah mulai terisi , mengguranggi beban keluarga untuk membeli air,”katanya
Sementara itu para pedagang di Pasar Mentok pun tak kalah senang. Meski sempat berteduh, mereka mengaku hujan ini membawa harapan baru setelah dagangan sepi akibat cuaca ekstrem.
Selain menyegarkan udara, hujan juga membantu menurunkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang sempat menghantui wilayah Bangka Barat dalam beberapa pekan terakhir.
Walaupun hujan dengan intensitas sedang hanya berlansung satu jam, sebagian wilayah Mentok tampak basah dan tak sedikit terjadi genangan air. Warga diimbau tetap waspada terhadap genangan air dan menjaga kebersihan saluran air di lingkungan masing-masing.




