Radio Pilar Ditunjuk Mengikuti Kegiatan Bincang Kreatif Kemenparekraf RI

by -334 views

MUNTOK. Radio Pilar FM menjadi salah satu peserta yang mewakili Bangka Barat yang diundang oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung untuk mengikuti kegiatan Bincang Kreatif Pemulihan Ekonomi Kreatif Pasca
Pandemi” yang dilaksanakan oleh Kementrian Pariwisata Ekonomi Kreatif RI.

Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif mengambil inisiasi
menyelenggarakan acara non-komersial bertajuk “Bincang Kreatif: Pemulihan Ekonomi Kreatif Pasca
Pandemi” bagi para pelaku kreatif yang tengah berjuang di masa pandemi. Dengan tujuan untuk memberikan
edukasi dan motivasi kepada masyarakat, dalam program ini Kemenparekraf/Baparekraf hadir untuk
mengkomunikasikan berbagai kebijakan dan program Kemenparekraf yang bertujuan untuk meningkatkan,
membantu dan memfasilitasi seluruh sektor ekonomi kreatif yang terdampak oleh Covid-19.

Baca Juga :  Bupati Parhan Ajak Media jaga Kondusifitas Dan Bangun Bangka Barat

Kegiatan akan dilaksanakan pada hari Senin, 1 Februari 2021 dengan Tema: Pemulihan Ekonomi Kreatif Pasca Pandemi pada subsektor Konten Media (Film, Televisi,
Radio, Aplikasi dan Pengembangan Permainan)
Pada Pukul: 16.00 – 18.00 secara Zoom, yang akan menjadi narasumber pada kegiatan ini Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif RI Sandiaga Uno.

Pimpinan Radio Pilar Sudiyanto menyambut baik kegiatan, menurutnya ini adalah bentuk kepercayaan yang diberikan Pemerintah kepada Radio Pilar.

Baca Juga :  KPU Ba-Bar Sosialisasikan Pendidikan Pemilih Dan Kampanye Di Radio Pilar

“Radio Pilar ditunjuk mewakili Bangka Barat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Bangka Belitung sebagai pesertae mengikuti kegiatan “Bincang Kreatif Pemulihan Ekonomi Kreatif Pasca
Pandemi” yang dilaksanakan oleh Kemenparekraf, tentu ini suatu kebanggaan menggikuti kegiatan ini, sekaligus menambah pengetahuan dan wawasan,”terang Sudiyanto

Ia melanjutkan “Berdasarkan surat undangan yang disampaikan kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan, membantu, dan memfasilitasi seluruh sektor ekonomi kreatif yang terdampak Covid-19. Sebagaimana diketahui di tahun 2021 ini Indonesia masih menghadapi krisis ekonomi global Covid-19,”tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *