“Pesta Panggil” , Pesan Moral Izkar Chanel Untuk Budaya Bangka Barat

by -171 Views

KELAPA. Buah karya lagu “Pesta Panggil” dan Pesta Kampong Suku Ketapik yang merupakan buah karya Izkar, musisi lokal sekaligus Anggota DPRD Bangka Barat merupakan pesan moral budaya untuk Bangka Barat Izkar menciptakan lagu yang diharapkan menjadi pengisi acara dalam sebuah Even adat Budaya di Bangka Barat.

“Di Bangka Barat. Selama ini setiap perayaan kita selalu menggunakan musik atau karya,lagu yang bukan milik kita sendiri, ciri khas Bangka Barat, dengan lagu “Pesta Panggil” ini nanti akan menjadi musik dalam perayaaan di desa Kacong khususnya,”jelas Iskar, saat ditemui di rumahnya desa Kacong, Bangka Barat, Jum’at (13/12/2019)

Iskar menceritakan Bangka Barat kaya adat budaya, melalui sebuah karya seni yang diharapkan dapat mempromosikan Bangka Barat, mengamgkat harkat dan martabat Bangka Barat melalui adat dan budayanya.

“Selama ini saya melihat, karena kita adalah penggiat budaya, apalagi kita sudah membuat Perda untuk perlindungan secara legalitas, yaitu perda kebudayaan, pesta adat yang selalu dimerahkan setiap tahun yang menjadi Even Bangka Barat, seperti pesta adat di sulu ketapik KHatam Qur’an, yang diselenggarakan bulan Dzulhijah, kemudian adanya “Kundi Bersatu” pesta adat kampung yang diselengggarakan setiap tahun, Even tujuh Likur” yang ada di desa Mancung, dan ada lagi perang Ketupat yang diselenggarakan di bulan Ruwah,”papar Iskar

Baca Juga :  Disparbud Babar Kembali Selenggarakan Pemilihan Bujang Dayang 2019

Izkar melanjutkan “Saya sangat terkesima dan terpanggil bagaimana kiat kiat kita, baik sebagai pelaku budaya maupun sebagai anggota DPRD Bangka Barat dalam budaya ini karena yang bisa mengangkat harkat dan martabat kabupaten ini adalah adat budayanya,’kata Iskar

Menurut Izkar buah karyanya dapat memberikan motivasi bagi pelaku seni untuk dapat terus melestarikan budaya di Bangka Barat.

“Apalagi kita digaung-gaungkan dengan daerah-daerah pariwisata dan sebagainya
Mudah-mudahan dengan karya karya ini, seperti “Pesta Panggil”dan “Pesta Kampong Suku Ketapik” Sejiran Setason yang saya luncurkan , membuat greget dan memotivasi, inspirasi bagi penggiat budaya, apalagi kita punya wadah sekarang, yaitu Radio Pilar kita yang ada di Mentok, InsyaAllah mereka akan menyuarakan melalui saluran udaranya, sehingga budaya yang ada di Bangka Barat ini, tidak timbul tenggelam, selalu terjaga dan selalu dilestarikan,”tukasnya

Baca Juga :  Keunikan Tradisi Sedekah Laut dusun Kranji Simpang Teritip

Izkar berharap agar karya karya penggiat budaya dapat ditampilkan pada saat Even-even di Bangka Barat.

“Saya berharap kepada pemda juga terutama ke dinas yang terkait, Dinas Pariwisata, tolong perhatikan budaya budaya kita. Baik sanggar tarinya, sanggar budaya yang lain-lain, karena Bangka Barat tidak memiliki lagu khas daerah Bangka Barat, bilamana kita kita melakukan Even.adat budaya, pesta adat da kita selalu menyuguhkan karya karya yang bukan asli dari Bangka Barat.ini titik kelemahan kita,”imbuhya

Mudah mudahan dengan ini saya yakin dan percaya, masih banyak adek-adek generasi maupun, ketua ketua adat yang ada di Bangka Barat ini akan bersatu untuk menyuguhkan yang terbaik dalam pesta adat di setiap desa maupun di tingkat kabupatennya.
Saya yakin ini adalah satu gebrakan yang baik melalui “Izkar Chanel” untuk membuka peluang, membuka pemikiran , baik stekholder , baik yang ada di pemerintahan maupun pelaku pelaku yang memang pada seyogyanya cinta kepada adat selalu termotivasi dan bersatu,”tutupnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *