DOKTER MASUK DESA LOKUS STUNTING

by -402 views

MUNTOK. Dinas Kesehatan kabupaten Bangka Barat bekerjasama dengan Dokter spesialis kebidanan dan Dokter spesialis kandungan, serta Dokter anak, melaksanakan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di desa-desa lokasi yang menjadi lokus stunting. Kegiatan dilakukan sebagai salah satu upaya yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Barat dalam pencegahan stunting di Bangka Barat.

Kepada Radio Pilar, Kepala Dinas kabupaten bangka Barat drg Achmad Syaifuddin menjelaskan beberapa desa yang menjadi lokus stunting yang akan dikunjungi Dokter di Bangka Barat, Jum’at (21/12/2018).

“Adapun wilayah yang akan di kunjungi Dokter Spesialis yaitu Kecamatan Simpang Teritip terdiri dari 8 ( delapan ) desa antara lain Desa Peradong, Desa Ibul, Desa Berang, Desa Simpang Gong, Desa Kundi, Desa Simpang Tiga, Desa Air M2enduyung, Desa Rambat, untuk wilayah Kecamatan Kelapa terdiri dari 4 (empat ) desa yaitu Desa Dendang, Desa Beruas, Desa Tugang, Desa Pangkal Beras, Wilayah Kecamatan Tempilang desa yang dikunjungi hanya 1 ( satu ) desa yaitu Desa Penyampak, dan Kecamatan Jebus terdiri dari 2 ( dua ) Desa Sinar Manik dan Desa Sungai Buluh, sehingga total ada 15 Desa,”sebut Achmad

Baca Juga :  Yanto penderita kangker meninggal dunia

Kegiatan pelayanan Dokter Spesialistik dimulai bertepatan dengan Hari Kesehatan Nasional ( HKN ) ke- 54 pada tanggal 12 November 2018 di Poskesdes Peradong Kecamatan Simpang Teritip sampai dengan tanggal 29 Desember 2018 di Desa Sungai Buluh Kecamatan Jebus.
Tujuan pelayanan dokter spesialistik yaitu melakukaan pemeriksaan bagi ibu hamil kurang energi kronis ( KEK ), bayi dibawah dua tahun ( baduta ) stunting yang kurus, konsultasi, pemeriksaan USG dan pengobatan.

Baca Juga :  Samsir Pertanyakan Kriteria 45 Ribu Warga Babar Penerima Jamkesmas

Achmad berharap dengan kegiatan ini, dapat mendekatkan diri kepada masyarakat, memdeteksi permasalahan ibu hamil dan balita..

“Diharapkan dengan kegiatan kunjungan Dokter spesialistik ini ke Desa lokus stunting dapat mendekatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat serta dapat mendeteksi dan mengidentifikasi permasalahan kesehatan pada ibu hamil dan balita secara perorangan. Hal ini merupakan sinergi antara program upaya kesehatan perorangan dan upaya kesehatan masyarakat dalam untuk mewujudkan Kabupaten Bangka Barat Tahun 2021,”harap Achmad

Leave a Reply

Your email address will not be published.