Masyarakat tionghoa di muntok merayakan cap go meh di klenteng Kong Fuk Miau begitu antusias, terlihat begitu ramainya pengunjung yang datang mulai dari sore hingga malam puncak perayaan cap go meh, jumat (2/3). Perayaan cap go meh sendiri menandai hari ke-15 dan hari terakhir dari perayaan imlek masyarakat tionghoa.

Kemeriahan perayaan cap go meh bukan hanya di rayakan oleh warga etnis tionghoa saja, melainkan banyak juga warga yang berbeda keyakinan yang datang bercampur baur dengan warga tionghoa untuk menikmati hiburan yang telah dipersiapkan oleh panitia.
Wakil Bupati Bangka Barat, Markus, SH bersama sejumlah kepala OPD dilingkungan Pemerintah Kabupatan Bangka Barat, Wakil Ketua DPRD Bangka Barat Ali Purwanto, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat turut menghadiri perayaan cap go meh di Klenteng Kong Fuk Miau.

Markus dalam sambutannya, menyampaikan apresiasi dan terimakasihnya kepada panita khusunya seluruh warga tionghoa yang ada di muntok yang telah melestarikan budaya leluhur, dan untuk generasi muda sebagai generasi penerus wajib meneruskan dan melestarikan budaya ini.

“Saya lihat malam ini begitu ramai bukan hanya warga tionghoa saja yang datang tapi warga-warga yang berbeda keyakinan juga turut memeriahkan acara ini, saya harap mudah-mudahan ditahun 2018 ini menjadi tahun keberkahan bagi kita semua.”ungkap Markus.
Ketua Klenteng Kong Fuk Miau, Lim Sen Khian atau yang lebih dikenal Ko Asen, mengungkapkan terimakasih kepada tamu undangan dan masyarakat atas partisipasinya untuk hadir dan turut memeriahkan cap go meh ini, diharapkan tahun kedepan agar perayaaan cap go meh lebih meriah lagi.”ungkapnya.
Pada perayaan tersebut tamu undangan dan masyarakat di suguhkan dengan berbagai hiburan antara lain penampilan dari Muntok Line Dance dan pesta kembang api. Serta penampilan Markus saat diminta oleh panitia untuk menyumbangkan suaranya di depan masyarakat.
“Masyarakat muntok khususnya masyarakat bangka barat ini, begitu cinta damai mari kita jaga kebersamaan kita selama ini, agar menjadi masyarakat yang rukun dan tidak memandang perbedaan suku dan agama apapun.”tambah Markus.(heru/ft.roe)








