PILARRADIO.COM.Mentok
Bupati Bangka Barat Markus SH tak menampik.kondisi sejumlah ruas jalan di kabupaten Bangka Barat mengalami kerusakan. Hal itu menurutnya langsung disampaikan warga kepadanya dan melalui Dinas terkait.

“Untuk kerusakan jalan di beberapa titik di kabupaten Bangka Barat kita sudah mengetahuinya baik langsung disampaikan warga kepada saya , dan juga melalui Dinas PUPR. Pemerintah Kabupaten Bangka Barat, sudah menyiapkan skema pembiayaan untuk memperbaiki jalan-jalan yang rusak tersebut,”katanya,
Bupati Markus menyampaikan, tahun 2026, Pemkab Bangka Barat berencana mengajukan pinjaman sebesae Rp65 miliar. Dana tersebut diprioritaskan untuk memperbaiki dan merawat sejumlah ruas jalan yang kondisinya membutuhkan penanganan.
“Rencana itu telah mendapat persetujuan dari DPRD Bangka Barat melalui rapat paripurna yang digelar di Gedung Maligai Betson II DPRD Bangka Barat pada Rabu, 30 September 2026. Dana tersebut tidak akan dicairkan sekaligus karena dibagi dalam dua tahap,”jelasnya.
Bupati Bangka Barat, Markus, mengatakan besaran pinjaman telah disesuaikan dengan kemampuan keuangan pemerintah daerah.
“Pinjaman ini kan kita ini kan tak ada sampai Rp100 M tahun ini. Rp65 M, ya kan? Tentunya kan kita sudah menghitung kemampuan bayar kita,” ujar Markus usai hadiri rapat paripurna.
Menurutnya, keputusan untuk melakukan pinjaman tidak terlepas dari banyaknya keluhan masyarakat mengenai kondisi jalan.
“Karena apa? Ini kan jalan-jalan kita banyak rusak. Masyarakat banyak menyampaikan kepada kita. Kalau tidak cepat kita intervensi, ya kita takutnya kan ini jalan nanti semakin parah,” ucapnya.
Lebih lanjut, ia menyatakan pemerintah daerah juga telah memperhitungkan jangka waktu pengembalian pinjaman agar sesuai dengan kemampuan keuangan daerah.
“Jadi mau tidak mau. Kami menghitung kondisi keuangan kita, ya sudah kita rencana memang mau melakukan pinjaman itu,” imbuhnya.
Untuk sumber pinjaman, Pemkab Bangka Barat menyiapkan dua alternatif, yakni Bank Sumsel Babel dan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) yang merupakan badan usaha milik negara.
Sementara itu, ia menyebutkan proses pengajuan pinjaman saat ini sudah berjalan dan setelah mandapatkan persetujuan DPRD melalui rapat paripurna, tahapan selanjutnya akan dilakukan oleh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
“Prosesnya kita kan sudah berjalan, sudah kita Paripurna, artinya kita tinggal merealisasikannya dan dari dinas terkaitlah yang akan (Melaksanakannya-Read),” lanjutnya.
Rencananya Pemerintah Daerah mengajukan pinjaman, didukung oleh warga Bangka Barat.
Kebutuhan akses jalan adalah kebutuhan prioritas dan bertujuan untuk kepentingan warga.
“Bagi kami tidak masalah kalau pinjaman tersebut untuk kepentingan masyarakat, untuk pembangunan jalan rusak. Seperti kita ketahui bersama jalan adalah akses yang utama mendukung perekonomian warga, apalagi dusun kami jauh terpisah dari desa,”kata AntoJono Kepala Dusun Sadar Daya , desa Simpang Gong.
Dukungan serupa juga disampaikan Anggota DPRD Bangka Barat Dapil.Simpang Teritip Mathius Irwan, ia mengaku banyak mendengar aspirasi warga tentang perbaikan jalan.
“Kita banyak mendengar aspirasi warga, bahwa jalan-jalan di daerahnya banyak yang rusak, dan kerusakannya sebagian parah, ini tentu membahayakan pengendara. Ini tugas,kita menyampaikan kepada Pemda keinginan warga ,ini sudah urgen, dan menjadi prioritas,”katanya





