Gagasan Kalapas Rutan Mentok: Pelatihan Pemulasaran Jenazah Pertama di Lapas/Rutan se-Bangka Belitung

by -16 Views

PILARRADIO.COM, Mentok– Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Mentok menggelar Pelatihan Pemulasaran Jenazah bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka Barat, yang sebelumnya dituangkan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada 1 Oktober 2025 lalu.

Kolaborasi strategis ini tidak hanya memperluas pembinaan rohani Islam, tetapi juga menghadirkan program inovatif berupa pelatihan pemulasaran jenazah bersertifikat secara gratis bagi WBP.

Kepala Rutan Kelas IIB Mentok, Andri Ferly, mengatakan pelatihan ini ditujukan agar warga binaan memiliki keahlian yang bisa langsung dipraktikkan dan bermanfaat bagi masyarakat.

“Sehingga apa yang didapat dalam pelatihan pemulasaran jenazah ini bisa dirasakan langsung di keluarganya maupun di lingkungan tempat tinggalnya. Misalkan ketika mereka bebas nanti, di lingkungan tempat tinggalnya ada yang membutuhkan bantuan pemulasaran jenazah, mereka bisa langsung turut membantu,” katanya.

Andri Ferly menegaskan, program ini dirancang untuk menyentuh nurani masyarakat sekaligus mengembalikan harkat dan martabat warga binaan.

“Disitulah mereka akan terlihat sudah mengalami perubahan ke arah yang lebih baik yang bisa bermanfaat bagi masyarakat luas, hingga bisa mengembalikan harkat dan martabat keluarganya,” tegasnya.

“Kebanyakan warga binaan itu memiliki rasa malu dan minder untuk berbuat baik. Disinilah tempat mereka untuk berbuat baik sebagai wujud perubahan ke arah yang lebih baik, dengan cara membantu masyarakat luas dalam hal pemulasaran jenazah. Sehingga harkat dan martabat dirinya dan keluarganya terkembalikan seperti semula,” ujar Andri.

Baca Juga :  Mobil Sehat PT Timah Pelayanan Kesehatan yang Dinantikan Warga, Hadir dalam Operasi Pasar Pemkab Bangka Barat

Program Rutan Kelas IIB Mentok ini diharapkan menumbuhkan harapan akan kehidupan yang lebih baik, di mana warga binaan berhak memiliki pengakuan dan kehidupan yang layak ke depan.

Andri menjelaskan, seluruh warga binaan ditargetkan mengikuti pelatihan yang dilaksanakan secara bergilir dan berkurikulum.

“Kita bikin seperti kurikulum, beberapa orang gelombang pertama, gelombang kedua, dan seterusnya. Setelah mereka melakukan pelatihan secara terus-menerus, ditargetkan dalam waktu 8 bulan untuk gelombang pertama. Setelah dianggap mahir, mereka harus menjalani uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat. Sertifikat resmi yang mengeluarkan adalah Kementerian Agama,” terangnya.

“Sehingga ketika uji kompetensinya dinyatakan lulus, maka akan diberikan sertifikat oleh Kementerian Agama. Dan inilah yang menjadi bekal mereka di luar nanti dalam mengembalikan hubungan hidup, penghidupan, dan kehidupannya di kemudian hari,” ujarnya.

Sementara itu, pemberi materi sekaligus Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Bangka Barat, Soleh, menyampaikan pelatihan meliputi tata cara memandikan, mengkafani, menyalatkan, dan menguburkan jenazah sesuai syariat Islam dengan metode teori dan praktik langsung.

Baca Juga :  PT TIMAH Tbk Hadirkan Pelayanan Kesehatan Gratis, Berikan Pelayanan Kesehatan dan Dukung Ekonomi Lokal di Kawasan Bozem Bangka Barat

“Tadi memberikan materi kepada warga binaan Rutan Mentok. Untuk awal ini kita memberikan materi mulai dari memandikan jenazah, dan apa-apa yang harus kita siapkan seperti daun bidara dan lain sebagainya,” jelas Soleh.

Ia berharap dengan gambaran umum tersebut, praktik selanjutnya akan lebih mudah bagi peserta, mulai dari memandikan, mengkafani, sampai menguburkan jenazah.

Menurut Soleh, respon warga binaan sangat luar biasa dan antusias mengikuti kegiatan.

“Saat menyampaikan materi sangat gamblang dan diserap warga binaan. Terjadi tanya jawab interaktif dari peserta,” jelasnya.

Soleh juga menyampaikan bahwa pelatihan pemulasaran jenazah merupakan hal baru dalam kerja sama Rutan Kelas IIB Mentok dengan Kemenag.

“Kerja sama ini memang sudah ada. Sebelumnya Kemenag menyiapkan untuk khutbah Jumat, imam Salat Tarawih, penyuluhan sampai khutbah Idul Fitri, mereka koneksinya ke Kementerian Agama. Kerja sama pemulasaran jenazah memang hal baru dari gagasan Kalapas itu sendiri, bahkan ini yang pertama di Bangka Belitung. Mudah-mudahan bisa lanjut ke lapas-lapas lain,” terangnya.