PILARRADIO.COM.Mentok- Satu Unit Bus di Amankan Tim Hiu Di Pelabuhan Tanjung.Saat diperilsa ditemukan pasir timah Tanpa dokumen Resmi.

Kejadian terjadi bermula Tim Hiu Barat
Sat Polairud Polres Bangka Barat telah melakukan kegiatan pemeriksaan
rutin pada hari Senin, 12 Oktober 2026 sekira pukul 21.30 WIB, saat ditemukan Timah ilegal dan dilakukan penindakan di kawasan Pelabuhan Tanjung Kalian, Kecamatan
Mentok, Bangka Barat
Saat Konperensi Pers di Mako Polres Bangka Barat, pada Rabu (14/10/2026) Kapolres Bangka Barat AKBP Helen Simanjuntak mengatakan Modus dengan menyamarkan dan menyusupkan komoditas pasir timah di dalam
9 (sembilan) buah kardus yang dibungkus karung, yang diangkut
menggunakan armada mobil bus penumpang umum.,
“Untuk mengelabui petugas pelabuhan.Barang Bukti yang Diamankan 9 (Sembilan) buah kardus berisikan diduga pasir timah.
1 (Satu) Unit Mobil Bus,”kata Kapolres
Polisi memeriksa 27 orang penumpang dan 1 kenek dan menyita barang bukti
4 (Empat) Unit Alat Komunikasi (Handphone).
serta dari hasil pengembangan
cepat, tim mengamankan 3 (tiga) orang terperiksa:
S (Selaku Sopir 1),S (Selaku Sopir 2)
M (Selaku Penitip/Pemilik Barang Diduga Pasir Ti.
AKBP Helen menyampaikan dalam pemeriksaan bagasi/muatan, ditemukan 9 kardus berisi muatan
pasir timah terbungkus karung.
Saat ditanyakan kelengkapan Dokumen Perizinan Sah
pengangkutan/pengangkutan minerba dari pihak berwenang, para sopir
(Sdr. S dan Sdr. S) tidak dapat menunjukkannya.
“Dari keterangan sopir, barang tersebut dikirim/dititipkan oleh tersangka M. Tim
langsung melakukan pengembangan lapangan dan berhasil
mengamankan M di kediamannya tanpa perlawanan,”ungkapnya
Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti saat ini berada di Mako Sat Polairud Polres Bangka Barat untuk menjalani pemeriksaan mendalam (penyelidikan dan penyidikan)
“Polres Bangka Barat berkomitmen untuk terus menjaga kondusivitas
wilayah hukum dan menindak tegas segala bentuk pengangkutan
maupun tata niaga mineral tambang ilegal yang tidak dilengkapi
dokumen sah sesuai perundang-undangan yang berlaku.”tutup Kapolres Helen.





