PILARRADIO.COM. Mentok- Memasuki Tahum ajaran baru 2026-2027, disaat pelajar kembali mendaftarkan diri melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, ternyata masih ada yang sejumlah anak yang kurang beruntung, yang tidak dapat mengenyam pendidikan formal.
Sebagai contoh anak-anak di pesisir Tanjung Pakdan Teluk Rubiah kelurahan Tanjung kabupaten Bangka Barat, sejumlah anak putus sekolah, dan untuk mendapatkan ilmu mereka kini harus belajar di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
Hal ini mengundang empati Wakil Bupati Bangka Barat Yus Derahman didampinggi Plt Kepala Dinas Pendidikan untuk bersilahturami, melihat serta mengetahui langsung permasalahan anak anak tersebut, dengan datang ke PKBM Cahaya yang dikelola oleh Salawati.
Wakil Bupati Bangka Barat H.Yus Derahman berjanji akan membantu anak anak pesisir agat tetap dapat memperoleh pendidikan yang layak.
“Kami hadir kesini, adanya keluhan keluhan anak anak disini yang putus sekolah.
Mudah-mudahan permasalahan tentang anak anak disini cepat tuntas, terutama izin PKBMnya, dan saya siap mengeluarkan dana, teknisnya nanti silahkan menghubungi Dinas Pendidikan ,Pemuda dan Olahraga Bangka Barat,”katanya
Sementara itu menurut plt Kadin Pendidikan,Pemuda dan Olahraga Bangka Barat Teni Wahyudi mengatakan anak anak putus sekolah di Tanjung Pakdan tetap akan melanjutkan pendidikannya di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)
“Setelah kita dengar tadi anak anak disini , rata-rata usianya di atas 12 tahun, atau tamat SD, jadi enggak bisa kembali ke sekolah formal. Makanya kita usahakan di PKBM ini supaya anak-anak yang putus sekolah bisa bersekolah di sini,” terangnya
Ia berharap PKBM Cahaya ini dapat segera beroperasional secara resmi nantinya.
“Salah satunya dengan segera melengkapi syarat berupa akta notaris sehingga nantinya bisa diusulkan izin operasionalnya ke Dinas PTSP.
Ketika izin operasionalnya sudah keluar, selanjutnya PKBM tersebut akan didaftarkan di Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sehingga nanti keluar Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN),”jelas Teni
Nah itulah nanti dasar dari pemerintah pusat ngasih bantuan operasional sekolah dan ijazahnya terbit, NISN nya terbit. Semua akan sesuai standar pendidikan nasional kalau sudah ada izin operasional dan terdaftar di Dapodik,” tuturnya.
Teni melanjutkan “PKBM Cahaya ini, proses izinya lagi berproses, proses izinnya harus diurus dulu, sehingga anak-anak katagori ini bisa melanjutkan Paket A, B, C , sehingga proses pembelajarannya ada hasil atau mendapat ijazah,”ungkapnya.
Lebih lanjut, ditanyai soal upaya agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah karena tidak ada biaya, termasuk biaya membeli seragam dan perlengkapan, Teni menyebut bahwa Pemkab Bangka Barat saat ini mempunyai program pemberian seragam gratis.
Program tersebut menurutnya digagas pada kepemimpinan Markus dan Yus Derahman sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat saat ini dengan memberikan seragam, tas dan sepatu sekolah secara gratis.
Bantuan itu diberikan kepada anak-anak yang baru masuk sekolah, baik masuk SD maupun masuk SMP yang bakal dimulai pada tahun ajaran baru 2026 ini.
“Ada bantuan seragam sekolah untuk SD dan SMP, tapi khusus untuk siswa baru dan saat ini baru khusus untuk sekolah formal,” jelasnya.
Terkait kasus Buly yang juga menyebabkan faktor siswa enggan melanjutkan sekolah, Teni mengatakan perlunya pemahaman dari satuan kerja pendidikan kepada anak didik.
Program.Kementrian Pendidikan dasar dan Menengah saat ini Budaya sekolah aman dan nyaman, ini nanti akan kami gaungkan, dan menggerakkan semua satgas di satuan pendidikan untuk bersama-sama agar sekolah itu tempat yang aman dan nyaman bagi anak.anak.
Anak.anak perlu diberikan pemahaman supaya mereka dapat saling menghargai sesamanya, dantentunya ini dibina orang dewasa tentunya guru di satuan pendidikan,”tutup Teni




