Warga Mentok dan Seluruh Elemen Masyarakat Bergotong Royong Perbaiki Saluran Air yang Tersumbat

by -80 Views

PILARRADIO.COM, MENTOK – Warga Kota Mentok bekerjasama dengan Pemerintah Daerah Bangka Barat dan Polres Bangka Barat bergotong royong membersihkan parit yang tersumbat (buntu) yang terletak di Jalan Jendral Sudirman, Samping SPBU Kampung Jawa Mentok pada Sabtu, (17/1/2026).

Kegiatan gotong royong dimulai pukul 8 pagi dengan mengerahkan alat berat Excavator milik tokoh masyarakat Mentok Eddy Arif dan Dump Truk serta Mobil Tanki Air dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangka Barat yang diantaranya melibatkan para personil dari DLH, BNPB, Pemerintah Kecamatan, Polres dan warga.

Seluruh elemen masyarakat bahu membahu membersihkan setiap material dan sampah di saluran air tersebut. Selain itu, dilakukan rapi bersih disekitar trotoar jalan agar tidak mengganggu pandang bagi kendaraan dan beberapa bangunan yang terletak di area trotoar pun turut dibongkar.

Baca Juga :  Kapolres Bangka Barat Sangat Menyayangkan Pemberitaan Sepihak Oknum Wartawan yang Memojokkan Polres

Area sekitar SPBU Kampung Jawa setiap hujan sering timbul genangan air yang diakibatkan saluran air yang tersumbat dikarenakan air tidak dapat mengalir sebagaimana mestinya.

Tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Bangka Barat Eddy Arif mengatakan, kegiatan gotong royong membersihkan parit ini melibatkan para warga, instansi/institusi dan berbagai pihak.

“Alhamdulillah, hari ini gotong royong berjalan mulai dari jam 8 pagi tadi, kita (warga) bersama Kecamatan, DLH, BNPB, Polres, Pol PP dan instansi terkait lainnya ikut serta melakukan bersih-bersih di area Kampung Jawa Mentok agar ke depannya air yang mengalir setiap hujan di area ini tidak menyebabkan banjir lagi, harapannya setidaknya ada pengurangan,” kata Eddy selaku inisiator gotong royong.

Kegiatan pembongkaran bangunan didukung dan tidak mendapat penolakan warga khususnya dari para UMKM yang berdagang di lokasi gotong royong tersebut.

Baca Juga :  Gara-Gara Tidak Terima Ditegur RE Lakukan Penganiayaan Terhadap Satpam ASDP

Nursanti (63) pedagang UMKM mengaku pasrah karena bangunan yang merupakan tempat dirinya mencari nafkah sehari-hari dibongkar, namun ia berharap ada solusi buat dirinya kedepan.

“Kita pasrah saja, mau bagaimana lagi, kita disini cuma numpang, Pemerintah mau membersihkan kita turut saja apa yang terbaik, semoga ada solusi kedepan bagi kami agar bisa berjualan lagi,” katanya.

Senada, Rosiati pedagang yang sudah 20 tahun berjualan mengaku senang adanya pembersihan parit disekitar warungnya.

“Kami mengucapkan banyak-banyak terima kasih telah dibersihkan saluran airnya. Selama ini selalu banjir karena tersumbat gotnya, semoga tidak lagi banjir disini,” katanya.

Leave a Reply