Taman Baca Rumah Stannia Geliatkan Literasi di Era Digitalisasi *Laksanakan Berbagai Kegiatan

by -462 views

BANGKA BARAT — Menggeliatkan literasi di era digitalisasi memiliki tantangan yang tak mudah. Padahal literasi selain sebagai sumber edukasi juga diharapkan mrnjadi sarana pengembangan pengetahuan.

Tak dipungkiri dengan perkembangan teknologi yang pesat membuat anak-anaksemakin fasih menggunakan berbagai perangkat komunikasi termasuk ponsel.

Penggunaan ponsel secara berlebihan bagi anak-anak dapat menganggu tumbuh kembang anak. Sehingga aktivitas menarik lainnya harus menjadi penyeimbang kegiatan anak-anak.

Memahami persoalan ini, Ikatan Istri Karyawan Timah (IIKT) Unit Metalurgi terus menggeliatkan budaya literasi melalui Taman Baca Rumah Stannia (TBRS) yang terletak di Taman Peltim Permas, Komplek Unit Metalurgi Muntok, Bangka Barat.

Taman Baca Rumah Stannia telah dibangun sejak 2011 silam, saat ini kondisinya terus menyesuikan dengan perkembangan zaman. Tidak hanya sebagai taman baca, berbagai kegiatan lain juga dilaksanakan di Taman Baca Rumah Stannia.

Ketua Taman Baca Rumah Stania Umi Lidhianita (49) menyampaikan TBRS diharapkan dapat membantu program pemerintah mencerdaskan anak bangsa dengan menimbulkan gairah minat baca pada anak.

“Taman Baca Rumah Stania diharapkan dapat membantu program pemerintah mencerdaskan anak bangsa. Kita juga ingin meningkatkan minat baca anak. Dimana melalui buku yang dibaca mendapatkan ilmu pengetahuan,”kata Umi.

Baca Juga :  Retrisyia: Duta Baca Ajak Pelajar Minat Membaca

Menurut Umi TBRS dikelola oleh IIKT yang didukung penuh oleh PT Timah Tbk mulai dari pengadaan buku, operasional TBRS dan beragama kegiatan yang dilaksanakan.

Untuk menarik minat anak-anak, mereka melaksanakan beberapa kegiatan seperti lomba mewarnai, cooking class , english club, dan lomba bercerita.

“Untuk menarik minat pengunjung datang ke TBRS, kami juga memberikan hadiah kecil bagi pengunjung, yang dinilai dari absensi dan karya dari pengunjung,” sebutnya.

Pengunjung TBRS tidak hanya anak-anak jenjang TK dan SD, namun juga ada pelajar jenjang SMP dan SMA.

Salah satu pengunjung TBRS Anin (5) siswi TK stania mengaku senang berkunjung TBRS karena ada kegiatan lomba mewarnai.

“Sering kesini, di sini bisa baca buku mewarnai dan ada lomba-lomba ,” kata pemenang juara 2 lomba mewarna ini.

Senada, Fafa (8) warga Dusun Pait jaya Belo Laut, walupun lokasi TBRS jauh dari rumah mereka. Ia tetap senang pergi ke TBRS dengan diantar orang tuanya.

Baca Juga :  Dukung Program Rehabilitasi Mangrove, PT Timah Tbk Bersama Dirjen Minerba Tanam 3000 Mangrove di Pesisir Teluk Rubiah

“Pergi ke Taman Baca diantar dan dijemput orang tua. Di sini betah, ada teman, banyak buku anak dan dekat Taman,” kata siswi SD 22 Muntok.

Sementara itu, Lidia (46) Orang tua dari Salsabila siwi SD 6 Muntok menyampaikan banyak manfaat TBRS buat anaknya.

“Dengan hadirnya taman baca seperti ini. Anak-anak dapat melancarkan dan memberi pengetahian dengan membaca buku. Selain itu menghilangkan pengaruh negatif ponsel. TBRS ini dapat menumbuhkembangkan dunia anak-anak,” jelasnya.

Kehadiran TBRS mendapat apresiasi dari Kepada Dinas Perpustakaan Dan Arsip Daerah Bangka Barat Farouk Yuhansah.

Ia menyebutkan, Taman baca merupakan perpustakaan mini, sehingga pihaknya bekerja sama dalam meningkatkan literasi anak-anak dan mengembangkan taman baca.

“Pada prinsipnya kami sangat mendukung semua kegiatan literasi. Nanti Taman baca-taman baca ini akan kami bantu juga dalam hal pembinaan dan pengelolaannya, sehingga kawan-kawan di Taman Baca bisa mendapatkan pengetahuan cara-cara pengelolaan Taman Baca,” katanya.*

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *