CEGAH STUNTING DINKES BA-BAR LUNCURKAN PROGRAM ” BEDAH DESAKU”

by -453 views

MUNTOK. Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar ( Riskesdas ) tahun 2013 menyebutkan bahwa Kabupaten bangka Barat termasuk kedalam 100 Kabupaten dengan kejadian stunting yang cukup tinggi. Berangkat dari hasil riskesdas tersebut Dinas kesehatan mencoba untuk mencari terobosan atau inovasi yaitu bedah desaku agar permasalahan kesehatan dapat terdeteksi lebih awal dan sekaligus ada solusi yang lebih komprehensif.


KepalaDinas Kesehatan Bangka Barat Drg Achmad Syaifuddin mengatakan “Permasalahan kesehatan yang banyak dihadapi antara lain Universal Health Coverege ( UHC ) yang belum tercapai, peningkatan kasus HIV/ AIDS, baru 15 Desa yang sudah ODF dari 64 Desa/ Kelurahan, pernikahan usia dini, kasus ibu hamil dengan kurang energi kronis, balita gizi buruk, cakupan ASI ekslusif yang masih rendah serta permasalahan lainnya. Oleh sebab itu munculnya inovasi Bedah desaku” dan gerakan No Stunting No gizi buruk,”jelasNya

Baca Juga :  OPS Aman Nusa II Menumbing 2022, Polres Bangka Barat Melakukan Pemeriksaan Hewan Ternak.


Achmad menjelaskan program ” Bedah Desaku akan menjadi solusi untuk mengatasi stunting.

‘Pengertian bedah desaku sendiri ialah salah satu bentuk usaha untuk merumuskan besaran dan penyebab permasalahan baik secara langsung maupun tidak langsung yang berkaitan dengan kesehatan yang terjadi di desa sekaligus memberikan solusi penyelesaian dengan melibatkan lintas program, lintas perangkat daerah, pkk, organisasi profesi, dunia usaha, media massa, organisasi keagamaan, masyarakat dan perorangan.


“Harapan yang akan dicapai antara lain penurunan prevalensi stunting ≤ 28 %, tidak ada kasus gizi buruk, Desa Open Defecation Free ( ODF ) / Sanitasi total berbasis masyarakat (STBM), akses air bersih 100 %, imunisasi lengkap dan Universal child Immunization ( UCI ) 100%, tidak ada kasus malaria dan DBD, Universal Health Coverege ( UHC ) sebesar 95%, Indeks Keluarga Sehat 100%, Standar Pelayanan Minimal bidang kesehatan tercapai 100%, Rumah layak huni 100% dan pemukiman sehat bagi masyarakat,”harapNya

Baca Juga :  Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke 53, Pemkab Ba-Bar dukung GERMAS dan Rekor MURI

Beberapa kegaiatan yang sudah dilakukan yaitu : kunjungan Dokter Spesialis kebidanan dan kandungan serta dokter Spesialis anak ke desa- desa lokus stunting, pengambilan sampel air, pemenuhan pemberian makanan tambahan ( PMT ) bagi ibu hamil dan balita, penyebaran informasi melalui salura radio, media cetak ( koran ) media promosi berupa leaflet, spanduk dan baliho, cetak Kartu anak negeri Sejiran setason ( TUANJITA ) serta penggalangan komitmen antar Organisasi Perangkat Daerah.
Semoga dengan inovasi Bedah Desaku dan gerakan No Stunting No gizi Buruk menuju Desa Sehat, harmonis, Energik, Berprestasi, Amanah dan Taqwa ( HEBAT )

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.