SMP Negeri 3 Mentok Menjadi Contoh Sekolah Siaga Kependudukan (SSK)

by -11 Views

PILARRADIO.COM, MENTOK – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, mengunjungi SMP Negeri 3 Mentok, Bangka Barat. Kunjungan tersebut dalam rangka kegiatan penilaian Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Senin (10/8/2026).

Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) diarahkan untuk memperkenalkan pemahaman kependudukan kepada siswa, terutama tentang pembangunan keluarga, kesehatan, pendidikan, gizi dan bagaimana mempersiapkan kehidupan pada masa mendatang.

Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Fazar Supriadi Sentosa, S.H., mengatakan sekolah memiliki peran penting untuk menanamkan pemahaman kependudukan sejak dini.

“Sekolah Siaga Kependudukan ini diharapkan nantinya sekolah-sekolah itu mengerti tentang kependudukan terutama tentang pembangunan keluarga,” kata Fazar.

Menurut Fazar, kependudukan tidak sekadar berbicara tentang jumlah manusia. Di balik angka kelahiran terdapat keluarga. Di balik keluarga terdapat anak-anak. Di balik anak-anak terdapat masa depan sebuah daerah.

Ia menjelaskan, keseimbangan pertumbuhan penduduk berkaitan dengan tingkat fertilitas. Salah satu indikatornya total fertility rate (TFR) yang berada di sekitar angka 2,1 sebagai tingkat fertilitas pengganti.

“Kalau sudah itu dibangun di sana, nanti baru meningkatkan kualitas SDM-nya,” ujar Fazar.

Menurutnya, pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali dapat menyulitkan upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

“Kalau dia tidak terkendali penduduknya itu, susah untuk meningkatkan kualitas SDM-nya,” katanya.

Karena itu, pemahaman mengenai kependudukan perlu diberikan sejak anak masih berada di bangku sekolah, bukan untuk menjejali mereka dengan angka, tetapi untuk mengenalkan bahwa setiap pilihan dalam kehidupan memiliki konsekuensi.

Fazar melihat pembangunan manusia sebagai sebuah rangkaian.

Pertumbuhan penduduk harus dikelola dengan baik. Setelah itu kualitas sumber daya manusia diperkuat melalui pendidikan. Dari sana, pembangunan diarahkan menuju kesejahteraan.

Baca Juga :  H. Sukirman Buka Pertandingan Cabor Tenis

Ia menilai persoalan pendidikan masih menjadi tantangan.

“Kalau itu sudah tertata, baru ditekan dengan kualitas. Pendidikan kita ini masih rendah. Karena itu, anak-anak perlu mendapatkan pemahaman sejak dini tentang pentingnya pendidikan, keluarga, kesehatan dan perencanaan kehidupan,”ungkap Fazar

Fazar memaparkan pembangunan pada akhirnya tidak boleh hanya berhenti pada pertumbuhan penduduk.

“Tujuan akhirnya manusia yang berkualitas dan kehidupan yang lebih sejahtera. Kalau itu bisa dicapai, makanya itu dibangun kualitas. Kemudian baru bisa meningkatkan yang terakhir, kesejahteraannya,” katanya.

Ia berharap seluruh SMP di Bangka Barat nantinya memiliki program SSK.

“Sekolah ini makanya kami harapkan di Bangka Barat ini semua SMP itu ada SSK-nya,” ujar Fazar.

SMP Negeri 3 Mentok tidak dipilih begitu saja ,tidak hanya diukur dari apa yang terjadi di dalam lingkungan SMP Negeri 3 Mentok tetapi dinilai memenuhi sejumlah indikator yang menjadi bagian dari pelaksanaan SSK.

“Salah satu yang penting adalah kemampuan sekolah mengembangkan kegiatan sekaligus melakukan pengimbasan kepada sekolah lain. Sekolah harus mampu menjadi contoh. Dia harus bisa ke sekolah-sekolah lain. Kalau dia cuma di sini saja, sama-sama ini saja, tidak bisa,” katanya.

Namun Fazar mengingatkan, menjadi contoh saja tidak cukup jika program tersebut tidak berkelanjutan. Perubahan kebijakan tidak boleh membuat program yang telah dibangun ikut terputus.

“Kadang-kadang kan ganti kepala sekolah, ganti lagi kebijakan. Itu banyak yang sering terjadi. Tapi kalau sudah dibangun bahwa penting SSK ini, nanti insyaallah dia berkelanjutan,” katanya.

Ia berharap SMP Negeri 3 Mentok menjadi contoh yang mampu menularkan praktik baik tersebut.

Baca Juga :  Kondisi Korban Perundungan DS Siwa SMP di Mentok Berangsur Membaik

“Menjadi contoh, itu yang paling penting. Karena dia akan menjadi virus yang baik kepada sekolah-sekolah lain se-Bangka Barat,” ujar Fazar.

Sementara itu Kepala SMP Negeri 3 Mentok, Defi Nofalia, S.Pd.,mengatakan program SSK memberikan manfaat karena dapat diintegrasikan dengan kegiatan pembelajaran.

“SSK tidak harus menjadi materi yang berdiri sendiri. Ia bisa masuk melalui berbagai mata pelajaran. Ini sangat bermanfaat sekali, karena bisa mengimbaskan ke kurikulum pembelajaran terintegrasi dengan pembelajaran seperti PKN, olahraga, seni budaya, dan juga agama,” kata Defi.

Ia menjelaskan pemahaman kependudukan kemudian hidup melalui aktivitas siswa.

Di sekolah tersebut terdapat kegiatan FIKR, PMR dan Pramuka yang diintegrasikan dengan SSK. Kegiatan itu tetap dilakukan setelah jam pembelajaran selesai,”terang Defi

Menurut Defi, sekolah juga memiliki Duta Genre yang ikut mengimplementasikan pengetahuan mengenai persoalan remaja.

Mulai dari pernikahan dini, stunting hingga makanan bergizi. Hal tersebut menjadi penting karena masa depan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh apa yang ia pelajari untuk menghadapi ujian,”ujarnya

Tetapi juga oleh bagaimana ia belajar mengambil keputusan untuk kehidupannya.

Menurut Defi, anak-anak dapat mengetahui lebih banyak mengenai SSK sekaligus memahami apa yang harus dilakukan melalui kegiatan tersebut.

“Kreativitas siswa pun mendapat ruang.mengikuti berbagai perlombaan hingga tingkat provinsi, menampilkan karya melalui gambar dan lukisan, Siswa kita mengikuti kegiatan tersebut. Apresiasi mereka menggambar, melukis yang sangat luar biasa mereka tampilkan. Sekolah juga memiliki jingle SSK yang terus diperdengarkan,”kata Defi.

Leave a Reply