Minat Petani Berkebun Lada Berkurang, Pemerintah Akan Beri Bantuan

by -80 Views

PILARRADIO.COM, MENTOK – Meski harga lada saat ini terbilang stabil pada kisaran 125.000 sampai 140.000 rupiah/kilogram, namun tak membuat petani di Bangka Barat tertarik kembali menanam komoditi khas Provinsi Bangka Belitung.

Petani di Bangka Barat kini memanfaatkan lahan berkebun jenis tanaman lain seperti sawit. Petani berdalih menanam kelapa sawit yang jauh lebih menjanjikan keuntungan dan mudah dalam perawatan.

Salah satunya diakui oleh seorang petani asal Desa Pangek Simpang Teritip Marman. Ia menuturkan alasannya hijrah dari lada ke Kelapa Sawit.

“Semula dulu kita, berkebun lada sampai panen 1,2 Ton, waktu itu kita jual dengan harga kisaran 85.000 rupiah/kilogramnya,” katanya, Selasa, (20/1/2026).

Baca Juga :  PT Timah Tbk Sabet Juara dalam Pawai Baris Berbaris di Bangka Barat.

“Namun harga yang kita jual tidak sesuai dengan biaya yang kita keluarkan huntuk berkebun lada seperti pupuk, perawatan, upah, junjung dan lain-lain ditambah resiko gagal panen akibat penyakit kuning yang pernah saya alami, membuat pindah berkebun sawit,” sambung Marman.

Marman menjelaskan berkebun kelapa sawit lebih menguntungkan dan mudah dalam hal perawatan.

“Dibandingkan dengan lada, kelapa sawit lebih mudah dan menjanjikan, asalkan perawatan baik, resiko gagal panen tidak mungkin terjadi,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Bangka Barat Azmal Az tak menampik alasan yang dikemukakan petani.

“Minat masyarakat Bangka Barat sangat berkurang untuk berkebun lada, karena ada yang lebih menguntungkan yaitu dengan berkebun kelapa sawit, karena sawit itu jelas hitung-hitungannya itu. Bila sudah berubah komoditas berarti luas lahan semakin berkurang,” katanya, Selasa, (20/1/2026).

Baca Juga :  SEKDA BABAR BUKA PELATIHAN PENGUATAN KOMPETENSI PENGAWAS SEKOLAH 2018

Azmal mengatakan, namun pihaknya berusaha kembali mengembalikan kejayaan lada Bangka Belitung karena lada Bangka memiliki Indikasi Geographis (IG) dan brand yang diakui dunia.

“Bupati sangat konsen sekali mengembalikan kejayaan lada, karena itu salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN). Pemerintah akan menggelontorkan bantuan kepada petani. Mudah-mudaham dengan beberapa program untuk mendukung kembali kejayaan lada tadi bisa dimanfaatkan untuk masyarakat,” tutup Azmal.

Leave a Reply