PILARRADIO.COM, MENTOK – Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahmam melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke kawasan Tahura Bukit Menumbing Bangka Barat. Selain Wakil Bupati turut dalam Sidak, Kapolsek Meptu Iptu Rusdi, Camat Mentok, Danramil Mentok, Sat Pol PP, DLH, PAM Tahura Menumbing serta KKP Rambat Menduyung, Senin, (22/12/2024).

Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman mengatakan, Sidak dilakukan karena masih adanya aktifitas ilegal mining (aktifitas pertambangan) di kawasan Tahura Bukit Menumbing.
“Kita masih mendengar adanya aktifitas-aktifitas di kawasan Tahura Bukit Menumbing. Kita tidak ingin apa yang terjadi di Sumatera Utara, Aceh dan Sumatera Barat terjadi di sini.
Untuk itu kita ingin menyelamatkan Bukit Menumbing,” kata Yus.

Dia menegaskan, setelah Inspeksi dirinya akan melakukan berbagai upaya penyelamatan Bukit Menumbing.
“Yang pertama nanti dari Penegakkan Hukum (Gakum) tadi diperbanyak lagi personil untuk mengawasi Bukit Tahura Menumbing. Jangan ada lagi terulang kembali, pembalakan hutan baik pertambangan, penebangan kayu disini,” sesal BY, sapaan akrab Wakil Bupati.

Menurut Wakil Bupati yang akrab disapa Bag Yus (BY), dampak yang terjadi dari aktifitas masyarakat disini sangat besar.
“Seperti longsor dan banjir, ini sangat membahayakan bagi kota Mentok, bisa tenggelam kalau Menumbing terus dibabat seperti ini. Sekarang belum terjadi tetapi kalau dibiarkan terus hal itu bisa saja terjadi,” tegasnya.
Ia melanjutkan, “Jadi dalam beberapa hari ke depan kita akan bentuk Tim Terpadi dari semua unsur Kepolisian, TNI, DLH, Sat Pol PP dan lain-lain untuk penyelamatan Menumbing,” tandas BY.
Narto (44) Pengamanan Hutan (Pamhut) Tahura Bukit Menumbing, Dinas Lingkungan Hidup Pemerintah Kabupaten Babar menceritakan terkait kondisi Bukit Menumbing.
Ditemani empat rekan Pamhut lainnya yaitu Gusti, Mulyadi, Dito dan Teddy, mereka tak pernah lelah berjalan menembus lebatnya hutan yang mengelilingi setiap sudut Bukit Menumbing.
“Kami Pamhut berjumlah lima orang mulai menjaga Tahura mulai dari 02 Maret 2022. Banyak suka duka yang kami alami selama menjaga Tahura. Bentrok bersama masyarakat dan banyak macam,” kata Narto.
Dengan mengenakan kaus hitam, topi serta tas selempang yang disandang menyilang di bagian depan, Narto mengatakan aktivitas ilegal mining masih terus terjadi hingga saat ini di Bukit Menumbing.
Baru-baru ini, tiga mingguan masih ada aktivitas ilegal mining di blok Perlindungan Tahura Bukit Menumbing, sampai saat ini kami masih mencari jejaknya.
“Siapa melakukan aktivitas ilegal mining tersebut. Mereka melakukan bukan dengan mesin tetapi manual dan lokasi tersebut ada kamp nya,” kata Narto yang telah empat tahun menjaga Bukit Menumbing itu.
Ia menambahkan, apabila mendapati adanya aktivitas mereka melakukan peneguruan dan dilakukan upaya penyetopan agar yang bersangkutan tak lagi menambang di lokasi Bukit Menumbing.
“Kami biasanya nyidik dulu, tidak langsung bertindak terlalu cepat lalu kami laporkan ke atasan,” katanya.







