BPOM dan Pemda Babar Gelar Sidak Bersama di Pasar Mentok, Pemeriksaan Ketahahanan dan Keamanan Bahan Pangan.

by -147 Views

PILARRADIO.COM, MENTOK – Sejumlah komoditas seperti ikan, terasi, sayur-mayur serta buah-buahan diuji oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Bangka Belitung dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Barat, saat melakukan inspeksi mendadak (Sidak) terkait ketersediaan pasokan serta keamanan pangan segar di Pasar Mentok.

Sebanyak 23 sampel mendapatkan Pemeriksaan Uji untuk memastikan keamanan pangan sekaligus mencegah peredaran produk yang mengandung bahan berbahaya oleh BPOM Babel dan Pemkab Babar pada Rabu (3/12/2025).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Bangka Barat Heru Warsito menyampaikan, sejauh ini tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti bahan pengawet maupun pestisida berlebih.

“Dengan kegiatan pengecekan ini, kami memastikan ketersediaan pangan cukup dan aman. Masyarakat tidak perlu was-was terhadap adanya bahan berbahaya Sejumlah bahan pangan seperti tahu, mie basah, ikan, cincau hingga terasi di Pasar Mentok, diperiksa oleh petugas dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Babel dan Pemkab Bangka Barat,” kata Heru Rabu (3/12/2025) pagi.

Baca Juga :  Tim SAR Gabungan Mencari Nelayan Hilang di Perairan Mentok

Selain itu kata Heru, Tim juga memantau pasokan dan melakukan uji sampling keamanan pangan.

“Beberapa komoditas seperti ikan, terasi, sayur-mayur serta buah-buahan diuji dan sejauh ini tidak ditemukan kandungan bahan berbahaya seperti bahan pengawet maupun pestisida berlebih,” ujar Heru kepada Awak Media.

“Dengan kegiatan pengecekan ini, kami memastikan ketersediaan pangan cukup dan aman. Masyarakat tidak perlu was-was terhadap adanya bahan berbahaya,” tambahnya.

Baca Juga :  Markus Kukuhkan Melantik Ketua dan Pengurus KONI Bangka Barat

Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BPOM Babel Andhika mengatakan, pemeriksaan rutin ini dilakukan untuk memberikan kepastian kepada masyarakat, terkait produk makanan yang dijual aman dikonsumsi.

Sampel diperiksa kandungan zat berbahaya seperti formalin, boraks maupun pewarna tekstil yang kerap disalahgunakan pada bahan pangan.

“Kami mengambil sampel yang dicurigai mengandung boraks atau formalin. Sampel tersebut akan diuji untuk memastikan apakah terdapat kandungan bahan berbahaya,” kata Andhika.

Total 23 sampel telah diambil mulai dari ikan, terasi, tahu, cincau hingga berbagai jenis kue.

Leave a Reply