PILARRADIO.COM, SIMPANG TERITIP – Kebakaran rumah terjadi di desa Pangek Kecamatan Simpang Teritip Bangka Barat pada Senin, (12/1/2026) Malam.

Kebakaran rumah dialami oleh seorang Janda Hesti (25) yang tinggal bersama anaknya yang masih berusia 4 tahun.
Rumah sementara yang didiami Hesti (25) bersama anaknya berusia (4) hanya berdindingkan papan dan terpal semua habis dilahap si jago merah, meninggalkan hanya puing-puing arang sisa bekas kebakaran. Akibat musibah ini penderitaan korban semakin bertambah.
Berdasarkan informasi, kejadian terjadi lepas Magrib saat itu rumah dalam keadaan kosong. Hesti yang sehari-harinya bekerja di toko buah di Simpang Teritip sedang bekerja untuk menghidupi dirinya dan buah hatinya.
Saat kejadian, Hesti hanya bisa menangis saat melihat seluruh isi rumahnya sudah hangus terbakar. Iapun tak dapat berkata-kata tidak tahu harus tinggal dimana setelah rumahnya terbakar.
Alina (63), tetangga korban menceritakan kejadian lepas magrib yang bermula diawali ledakan keras lalu api mulai membakar isi rumah.
“Lepas magrib itu saya mendengar ledakan keras, saya kira guntur lalu saya melihat di sekitar rumah tersebut ada api lalu menyuruh anak saya meminta bantuan tetangga lain memadamkan api,” terang Alina.
“Karena api terlalu cepat membesar, tetangga tidak dapat berbuat apa-apa lalu kami menelepon pemilik rumah pada saat kejadian kebakaran tersebut. Sewaktu pemilik datang, rumah dan isi rumah telah terbakar dan pemilik hanya menangis menyaksikan rumahnya telah terbakar,” katanya, Selasa, (13/1/2026) di lokasi kebakaran.
Menurut keterangan dari Santi Yulita (Adik Ipar korban), dugaan penyebab kebakaran karena arus pendek listrik dan tabung gas yang menyebabkan ledakan.
“Rumahnya dialiri listrik dari rumah tetangga, kemungkinan besar karena konsleting listrik yang menyambar ke bangunan, terus di rumah ada tabung gas yang belum dipakai tapi masih ada isinya itu yang menyebakan satu ledakan kemarin sehingga menghanguskan seluruh isi bangunan yang ada,” katanya.
Dalam pantauan di lapangan, Radio Pilar bersama Wakil Bupati Bangka Barat H. Yus Derahman melihat seluruh bangunan rata dengan tanah, terlihat sebuah motor vespa dan kompor gas.
Tidak ada korban jiwa dalam musibah kebakaran tersebut dan korban menderita kerugian harta benda, dokumen seperti KTP, KK dan Surat Cerai, Selasa (13/1/2026) pagi.
Pihak Pemerintah Desa dan Kecamatan masih melakukan pengecekan dan pendataan korban musibah kenakaran tersebut serta berkoordinasi dengan pihak terkait.





