PILARRADIO.COM, MENTOK – Anggota Komisi 2 DPRD Bangka Belitung Elvi Diana melakukan kunjungan kerja ke Mentok- Bangka Barat, selain melakukan Rapat dengan Dinas Perkebunan dan Pangan dan instansi terkait komisinya, Politisi PDI P mengunjungi dan berbincang langsung dengan sejumlah pedagang kebutuhan pokok di daerah pemilihannya. Kamis, (8/1/2026).
Elvi Diana mengatakan kunjungan kerjanya dalam rangka menindaklanjuti hasil rapat bersama dengan sejumlah instansi dan dinas terkait inflasi di Bangka Belitung.
“Kunjungan kerja saya hari ini di Dapil Pemilihan saya melakukan rapat dengan Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Bangka Barat. Saya minta data lengkap menyelaraskan setelah RDP pertama kami dengan Dinas terkait di tingkat Provinsi,” katanya.
Elvi mengaku mendapatkan informasi bahwa adanya inflasi dari badan BPS dimana disebabkan salah satunya harga cabai rawit dan cabai merah yang sangat tinggi sekali.
“Secara nasional harganya Rp. 85.000,- tapi malah di Bangka Barat saya mendapatkan informasi satu kllo itu sudah mendekati Rp. 120.000,- dampak-dampak yang seperti ini yang memjadi konsentrasi kami dari komisi 2 dan juga sebagai seorang ibu rumah tangga dengan kebutuhan yang sudah sangat signifikan,” katanya.
Penjelasan-penjelasan dari Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan ini dan juga menjadi salah satu konsentrasi Elvi dan komisi 2, dirinya sempat ke pasar mengecek kebenaran kenaikan harga harga tersebut.
“Harus ada terobosan, saya mengingatkan kepala dinasnya pada saat kampanya pak Gubernur, kampanye tentang penanaman cabe. Menurut saya itu hal yang harus digerakkan.
Inspirasi saya juga pada saat Reses mungkin akan membagikan bibit cabe, bibit cabenya bukan hanya sekedar beniih sajabtetapi mungkin diberikan dalam bentuk pohon yang hampir berbuah,” ungkapnya.
Elvi mengajak masyarakat Bangka Belitung memanfaatkan perkarangan rumahnya untuk memulai menanam cabe
“Buat Ibu-ibu karena ini menjadi salah satu dasar daripada terjadinya inflasi itu yang dibutuhkan. Kita mulai berdayakan ketahanan pangan, disinilah arahan bapak presiden dan gubernur kita mulai menekankan ketahanan pangan ini dengan menanam dari segala macam hasil holtikultura dan semuanya menjadi kebutuhan masyarakat kita,” imbuhnya.
Lanjut Elvi, “Selalu mendorong Disperindag, kami juga kemarin RDP juga dalam hal ini bagaimana apabila kebutuhan terlalu besar harga akan naik secara signifikan dan apabila permintaan banyak daripada barangnya, dan itu tidak bisa ambil dari daerà h lain,” tandas Elvi.
Ia juga menyampaikan keluhan warga tentang harga telur dan ayam potong yang juga mengalami kenaikan.
“Ditambah lagi laporan daripada kebutuhan protein kita seperti telur dan ayam, dimana akibat daripada program MBG ini, terjadilah kenaikan telur dan juga ayam potong yang menyebabkan Provnsi dan Kabupaten kita kondisi saat ini sangat tidak bisa memenuhi keduanya dengan berjalan secara normal,” tutupnya.




