Petani Keluhkan Merosotnya Harga Lada

by -1648 Views

Simpang Teritip. Martin (36 th) petani lada di desa Pangek kecamatan Simpang Teritip mengeluh merosotnya harga lada saat ini. Mempunyai kebun 500 batang pohon lada ia mengaku dengan harga lada saat ini tidak sebading dengan modal yang dikeluarkan, namun ia cuma pasrah, menerima keadaan.

“Dengan harga lada saat ini, tak sebanding dengan modal yang dikeluarkan,dapat dikatakan rugi. Padahal kebun yang 500 batang ini,dikerjakan sendiri, tanpa bantuan (upah) orang lain, itu hanya dihitung pupuk, junjung, racun hama dll,”jelas Martin

Baca Juga :  Durian Bangka Barat Lezat, Dan Banyak Peminat.


Martin mengaku berusaha untuk tidak menjual lada miliknya, mencukupi kebutuhan hidup keluarganya ia berusaha mencari propesi lain menjadi nelayan dan menanam tanaman selain lada.

“Kita cuma pasrah dengan keadaan ini, bila bisa menahan, kita tidak jual lada.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup kadang ke laut, memukat, memancing ikan, selain menanam tanaman yang bisa dijual seperti cabai, pisang, yang penting bisa dijual. Saat musim.durian, durianpun bisa untuk memenuhi kebutuhan hidup,”paparnya

Baca Juga :  Dorong Pembinaan Karakter Siswa, PT Timah Tbk Bantu Renovasi Mushala SMAN 1 Simpang Teritip.

Pantauan Radio Pilar menanyakan kepada Pedagang pengumpul di beberapa toko di Simpang Teritip harga lada dibeli dengan harga 52.00p s.d 55.000 rupiah/kilogramnya.

“Harga lada kita beli 52.000/kg, kalau kualitas bagus 55.000/kg,”kata Aziis (pedagang lada).

Leave a Reply