Buron Penabrak Honda CBR Tertangkap

by

MUNTOK. Berakhir sudah petualang AM (35th) dan RI (48th) sempat menjadi menjadi Buron DPO Polres Bangka Barat pelaku yang dengan sengaja menabrakan mobilnya Daihatsi Zigra dengan honda CBR yang dikemudikan EL berboncengan dengan Istrinya NS. Kejadian tersebut menghilangkan nyawa NS istri iEL (suami) warga Kp Kranggan Atas Tanjung Muntok. Kedua tersangka ditangkap anggota Kepolisian Resort Bangka Barat di lokasi yang berbeda.

Kanit Pidum Polres Bangka Barat pda Hafiz Febriandani S.Tr.K menceritakan kepada awak media saat Konferensi Pers “Kejadian satu tahun silam bermulai keributan terjadi antara AM dan RI dengan korban EL di Cafe Taman Pelangi, terjadi cekcok mulut antara AM dan EL (korban) akibat bersenggolan, lalu keributan berlanjut di luar cafe Pelangi.
Sewaktu di jalan EL dan NS yang berboncengan mengendarai sepeda motor honda CBR menjelang pulang bertemu dengan AM dan RI, karena tersulut emosi dan akhirnya mobil Daihatsu Zigra yang dikemudikan AM dengan sengaja menambrak motor yang dikemudikan EL dan NS, lalu terjadilah benturan keras mengakibat mobil terbalik, sedangkan kedua korban terjatuh dari motor, korban NS (istri) meninggal di TKP, sedangkan EL luka parah. AM dan RI saat itu langsung keluar dari mobil langsung melarikan diri,”jelas Hafiz

Baca Juga :  Kembali Terjadi Perdagangan Manusia di Kota Muntok, Korban dihargai 200.000

“Kronologis penangkapan bermula tertangkapnya RI di sebuah pondok kebun di desa Air Limau, berdasarkan hasil pengembangan diketahui rekannya AM pernah terlihat di Kelapa, lalu ditelusuri bekoordinasi dengan Polsek Kelapa diketahui AM berada di Sungailiat, lalu Tim Opsnal Polres Bangka Barat di bantu Tim Opsnal Polres Bangka melakukan penangkapan terhadap AM yang berada di rumah keluarga tersangka, saat penangkapan tersangka, tidak melakukan perlawanan dan langsung dibawa ke Mako Polres Bangka Barat untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,”papar Hafidz

Baca Juga :  Polsek Tempilang Menangkap Pelaku Penjual Miras

Sementara itu tersangka AM mengaku selama menjadi Buron dirinya bersembunyi di hutan hutan,berpindah-pindah tempat, dari daerah satu ke daerah lain, ia juga pernah bekerja di Tambang Inkonvensional. Ia sebenarnya tak bermaksud membunuh karena tersulut emosi perlakuan korban dan hasutan rekannya RI serta pengaruh minuman keras maka terjadi peristiwa pembunuhan tersebut.

“Selama Buron,beberapa bulan bersembunyi dihutan, sempat kerja di TI. berpindah-pindah tempat dari satu ke daerah lain. Sebenarnya tak berniat membunuh karena tersulut emosi, terpengaruh hasutan rekan dan faktor minuman keras akhirnya kami senggol motor korban, “katanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *